Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Terlalu Sibuk Melihat Aib Orang Lain Sampai Lupa Memperbaiki Diri

Gambar
  Ada kalanya lidah lebih cepat daripada akal. Baru seseorang selesai bercerita, kita sudah ikut menimpali. Baru melihat kekurangan orang lain, kita sudah punya komentar. Kadang dalam bentuk keluhan, kadang candaan, kadang pula dibungkus kalimat sederhana: “Aku sebenarnya cuma cerita, kok.” Padahal, tidak semua cerita perlu disampaikan. Dalam Islam, membicarakan keburukan seseorang yang tidak ia sukai jika mendengarnya disebut sebagai ghibah. Rasulullah ﷺ pernah menjelaskan, “Tahukah kalian apa itu ghibah? Yaitu engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang ia benci jika mendengarnya.” (HR. Muslim). Yang membuat ghibah terasa berbahaya adalah karena ia sering datang tanpa terasa sebagai dosa. Kita tidak merasa sedang melakukan sesuatu yang besar. Hanya ngobrol. Hanya curhat. Hanya ingin berbagi pengalaman. Hanya ingin mencari teman yang memahami perasaan kita. Tetapi bisa jadi, di balik “hanya” itu, ada hati orang lain yang sedang kita buka aibnya. Lebih menyedihkan lagi, keti...

Perkara di Balik "Semampunya"

Gambar
Suatu hari, aku diundang ke sebuah acara makan bersama. Konsepnya sederhana dan terkesan santai: setiap orang diminta membawa snack untuk dibagi-bagi, sesuai kemampuan masing-masing. Saat mendengar itu, aku merasa cukup lega. Tidak ada tekanan untuk membawa sesuatu yang spesial atau mewah. Jadi, aku memutuskan membawa makanan yang sederhana, ya menurutku cukup layak untuk dibagi lah. Namun, semua itu berubah ketika acara dimulai. Meja yang seharusnya menjadi tempat snack sederhana justru dipenuhi dengan berbagai makanan yang luar biasa: kue-kue dengan dekorasi cantik, snack dalam kemasan mahal, hingga hidangan yang lebih cocok untuk acara formal. Sementara itu, makanan yang kubawa terlihat begitu sederhana di antara semua itu. Aku mulai merasa tidak nyaman. Seolah-olah, keberadaanku dan apa yang kubawa tidak cukup untuk momen ini. Perasaan insecure itu muncul begitu saja. Aku mulai bertanya pada diriku sendiri: Apakah aku terlalu cuek? Apakah aku salah menilai acara ini? Ap...