Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2023

Terlalu Sibuk Melihat Aib Orang Lain Sampai Lupa Memperbaiki Diri

Gambar
  Ada kalanya lidah lebih cepat daripada akal. Baru seseorang selesai bercerita, kita sudah ikut menimpali. Baru melihat kekurangan orang lain, kita sudah punya komentar. Kadang dalam bentuk keluhan, kadang candaan, kadang pula dibungkus kalimat sederhana: “Aku sebenarnya cuma cerita, kok.” Padahal, tidak semua cerita perlu disampaikan. Dalam Islam, membicarakan keburukan seseorang yang tidak ia sukai jika mendengarnya disebut sebagai ghibah. Rasulullah ﷺ pernah menjelaskan, “Tahukah kalian apa itu ghibah? Yaitu engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang ia benci jika mendengarnya.” (HR. Muslim). Yang membuat ghibah terasa berbahaya adalah karena ia sering datang tanpa terasa sebagai dosa. Kita tidak merasa sedang melakukan sesuatu yang besar. Hanya ngobrol. Hanya curhat. Hanya ingin berbagi pengalaman. Hanya ingin mencari teman yang memahami perasaan kita. Tetapi bisa jadi, di balik “hanya” itu, ada hati orang lain yang sedang kita buka aibnya. Lebih menyedihkan lagi, keti...

Seimbangkan Mental di Dunia Digital Melalui Detoks Media Sosial

Gambar
  Mau gak mau, sadar gak sadar, kehadiran media sosial telah mengubah cara kita berinteraksi, berbagi informasi, dan menghabiskan waktu secara dramatis. Adanya media sosial yang begitu mudah kita akses menjadikan arus informasi, pengetahuan, perkembangan berita terkini, ajang komunikasi mudah kita dapatkan. Meskipun media sosial memiliki banyak manfaat, akan tetapi penggunaan berlebihan dapat berdampak negatif pada keberlangsungan hidup kita. Untuk itulah, semakin banyak orang merasa perlu untuk menjalani "detoks sosial" atau istirahat dari media sosial untuk menemukan keseimbangan yang hilang dalam kehidupan digital mereka. Apa Pentingnya Detoks Media Sosial? Detoks media sosial artinya membatasi atau menghentikan penggunaan media sosial untuk jangka waktu tertentu. Ini bertujuan untuk memberi diri kita waktu untuk merenung, menghilangkan gangguan digital, dan memulihkan keseimbangan dalam hidup kita. Mengapa ini penting? Berikut beberapa alasannya. Kesejahteraan Menta...