Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Terlalu Sibuk Melihat Aib Orang Lain Sampai Lupa Memperbaiki Diri

Gambar
  Ada kalanya lidah lebih cepat daripada akal. Baru seseorang selesai bercerita, kita sudah ikut menimpali. Baru melihat kekurangan orang lain, kita sudah punya komentar. Kadang dalam bentuk keluhan, kadang candaan, kadang pula dibungkus kalimat sederhana: “Aku sebenarnya cuma cerita, kok.” Padahal, tidak semua cerita perlu disampaikan. Dalam Islam, membicarakan keburukan seseorang yang tidak ia sukai jika mendengarnya disebut sebagai ghibah. Rasulullah ﷺ pernah menjelaskan, “Tahukah kalian apa itu ghibah? Yaitu engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang ia benci jika mendengarnya.” (HR. Muslim). Yang membuat ghibah terasa berbahaya adalah karena ia sering datang tanpa terasa sebagai dosa. Kita tidak merasa sedang melakukan sesuatu yang besar. Hanya ngobrol. Hanya curhat. Hanya ingin berbagi pengalaman. Hanya ingin mencari teman yang memahami perasaan kita. Tetapi bisa jadi, di balik “hanya” itu, ada hati orang lain yang sedang kita buka aibnya. Lebih menyedihkan lagi, keti...

Istri, Sang Pemegang Kunci

Gambar
Kebahagiaan dalam rumah tangga memang ditentukan oleh bagaimana pasangannya mengarunginya. Tapi peran istri lebih mendominasi. Ini aku alami sendiri, kalau aku sewot, nanti suami ikut tersulut. Jadi gimana caranya istri kudu bisa ngolah emosi. Marah emosi itu sih hal yang wajar, tapi harus bisa dikendalikan. Dan marahnya nanti aja kalo sudah kondusif. Emang bisa? Namanya juga marah itu gerak reflek. Meski suami juga bisa aja marah. Tapi stop menilai suami dulu, sekarang fokus ke diri istri. Kita bicara dari sudut pandang istri yang mau memperbaiki diri dulu. Tapi kadang istri itu akan marah kalau: 1,2,3. Klo udah tahu penyebabnya marah itu apa aja, minimal kita sebagai istri bisa menjauhi hal-hal tersebut. Aku membaca buku ini Terkadang aku salut dengan pasangan yang bisa tetep harmonis meski longdistance. Belum bisa ngebayanginnya gimana ngejalanin kehidupan rumah tangga tanpa didampingi, ditemani, dibersamai secara langsung. Maka dulu aku memutuska...