Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Terlalu Sibuk Melihat Aib Orang Lain Sampai Lupa Memperbaiki Diri

Gambar
  Ada kalanya lidah lebih cepat daripada akal. Baru seseorang selesai bercerita, kita sudah ikut menimpali. Baru melihat kekurangan orang lain, kita sudah punya komentar. Kadang dalam bentuk keluhan, kadang candaan, kadang pula dibungkus kalimat sederhana: “Aku sebenarnya cuma cerita, kok.” Padahal, tidak semua cerita perlu disampaikan. Dalam Islam, membicarakan keburukan seseorang yang tidak ia sukai jika mendengarnya disebut sebagai ghibah. Rasulullah ๏ทบ pernah menjelaskan, “Tahukah kalian apa itu ghibah? Yaitu engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang ia benci jika mendengarnya.” (HR. Muslim). Yang membuat ghibah terasa berbahaya adalah karena ia sering datang tanpa terasa sebagai dosa. Kita tidak merasa sedang melakukan sesuatu yang besar. Hanya ngobrol. Hanya curhat. Hanya ingin berbagi pengalaman. Hanya ingin mencari teman yang memahami perasaan kita. Tetapi bisa jadi, di balik “hanya” itu, ada hati orang lain yang sedang kita buka aibnya. Lebih menyedihkan lagi, keti...

Fokus Saja pada Rumputmu

Gambar
Rumput tentangga lebih hijau. Pernah denger kan ungkapan seperti itu? Malah ga cuma rumput, halaman tetangga lebih luas, rumah lebih gede, properti lebih lengkap, kerjaan lebih perlente. Apalagi?? Hehhe. Sebenernya draft tulisan ini udah lama bersarang dan tak kunjung dieksekusi sampai akhirnya hari ini akan kupublikasi. Bahkan sampai tulisan ini diselesaikan pun aku udah pindah tempat tinggal dan tak bisa lagi setiap hari memandangi rumput yang ada di gambar tersebut. Yaps, kurang lebih dua tahun yang lalu aku menangkap gambar itu. Sebuah landscap taman depan rumah kami yang sepintar terlihat "jembrung". Rumput liar yang tumbuh begitu subur, tampak merusak keindahan. Bagi mata yang memandang mungkin sepintas akan berkomentar, "sik duwe omah keset!" Wkwkwkwkw. Aku memang males "mbubuti suket". Yang paling rajin ngurus rumput ya mbah kakung, beliau memakai semprotan pembasmi rumput yang sekali semprot bikin para rumput klepek2, layu, trus menger...

Unboxing Masalah dan Solusi

Gambar
Malam itu hujan rintik-rintik, ada seruan "Pakeeeeetttt!", dengan nada yang khas, tau lah ya.๐Ÿ˜€  Aku sedikit terperanjat dan buru-buru mengambil jilbab lalu kutemui "Mas-Mas" bermantel oranye itu. Terkadang aku suka lupa, ini paket apa ya? Karena memang selama di sini aku lebih suka belanja via online, terlebih e-commerce yang sering ditawarkan ama mas Al dan mb Andine itu๐Ÿ˜€ Belanja online itu lebih praktis dan lebih hemat sih menurutku. Apalagi di sini yang jalanannya macet ga ketulungan. Bikin males pegi-pegi kalau gak penting buanget. Padahal bukan di pusat kota aja dah "amazing" suasana jalannya.  Selain itu, belanja online mah gak usah pakai mandi dulu, dandan dulu, dan tetek bengeknya, 'kan ya tinggal nunul HP aja. Barang-barang yang gak urgent banget buat dipakai memang belanja online solusinya. Ehmm ngomong-ngomong soal solusi. Aku mau cerita dikit soal barang pesanan yang baru kupesan ini. Oh ya jadi kemarin aku beli folding desktop phone sta...

Mengikhlaskan Kehilangan

Gambar
Entah bagaimana cara menggambarkan perasaanku waktu itu. Pagi hari saat melintasi gerbang sekolah, aku melihat seonggok barang yang dipajang di meja depan pos satpam. Sepontan aku mendekatinya, lalu bertanya pada petugas jaga perihal identitas barang tersebut. Tentu dia tak mengetahuinya, dan itu yang kuharapkan, karena barang itu memang milikku yang telah hilang seminggu yang lalu. Tentu aku girang bukan kepalang melihat sebuah tas jinjing yang begitu familiar. Di dalam berisi lunchbox, dan botol minum bermerk yang membernya sudah di mana-mana. Tau lah ya ga usah aku sebutkan merk-nya๐Ÿ˜€ Tentang hilangnya lunchbox ini, kisahnya berawal ketika aku mau berangkat sekolah dan benda itu ternyata tak ada di rumah. Kupikir tertinggal di sekolah, nyatanya, di ruangan kantor pun tak ada. Kutelusuri seantero lorong yang pernah kulalui, kutanya orang-orang yang kutemui, nihil. Seharian itu hatiku berkecamuk. Memikirkan keberadaan benda yang tak berharga. Lebay banget, ya? Emberrr. Sec...