Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

Terlalu Sibuk Melihat Aib Orang Lain Sampai Lupa Memperbaiki Diri

Gambar
  Ada kalanya lidah lebih cepat daripada akal. Baru seseorang selesai bercerita, kita sudah ikut menimpali. Baru melihat kekurangan orang lain, kita sudah punya komentar. Kadang dalam bentuk keluhan, kadang candaan, kadang pula dibungkus kalimat sederhana: “Aku sebenarnya cuma cerita, kok.” Padahal, tidak semua cerita perlu disampaikan. Dalam Islam, membicarakan keburukan seseorang yang tidak ia sukai jika mendengarnya disebut sebagai ghibah. Rasulullah ﷺ pernah menjelaskan, “Tahukah kalian apa itu ghibah? Yaitu engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang ia benci jika mendengarnya.” (HR. Muslim). Yang membuat ghibah terasa berbahaya adalah karena ia sering datang tanpa terasa sebagai dosa. Kita tidak merasa sedang melakukan sesuatu yang besar. Hanya ngobrol. Hanya curhat. Hanya ingin berbagi pengalaman. Hanya ingin mencari teman yang memahami perasaan kita. Tetapi bisa jadi, di balik “hanya” itu, ada hati orang lain yang sedang kita buka aibnya. Lebih menyedihkan lagi, keti...

After Nonton Film Horor

Gambar
Hai, Teman-Teman! Terimakasih sudah datang kembali. 😀 Ehm... kali ini aku mau cerita soal perfilman, ciee, kayak sok idih banget, ye. Padahal bukan anak film. Nonton di bioskop juga kalau cuma pas kalau suami mood, hahaha soalnya beliau yang bayarin dan anterin. Nah, kali aku mau cerita soal film horor Indonesia. Seumur-umur, aku nonton film horor itu baru 3 kali. Yang pertama, nonton "Hantu Tanah Kusir". Huaa ketauan lama banget itu. Tahun 2009 kayaknya.  Lalu yang kedua kemarin belum lama tuh, "KKN di Desa Penari", dan yang ketiga ini, "Pengabdi Setan 2" Kenapa sih kok bisa nonton ini?  Berawal dari ajakan teman yang pengen banget ngebet nonton film itu. Katanya bagus gitu. Waktu itu masih awal tayang, jadi memang kabarnya masih hot. Aku yang diajak sih oke-oke aja meski pada awalnya gak begitu tertarik karena, memang bukan pecinta film horor, selain itu aku juga belum pernah nonton yang sesion 1 jadi takut kalau ga mudeng.  Tapi sayangnya k...

Like and Dislike

Gambar
Kata like and dislike ini mengingatkanku pada chanelku. Ehh iya yang belum subscribe boleh deh meluncur ke youtube "Ririn Kada" Jadi entah pas ada insiden apa, ini pertama kalinya video di youtube dapat dislike. 😭😭😭 Konon katanya, ini berawal dari temen Salman yang emang mungkin lagi marahan kali ya, trus mengklik tombol 👎 Nyebelin ga sih, yang berantem siapa yang kena imbasnya siapa.🤦 Huuhhh dia mah pas critanya biasa aja. Tapi si emak, wuaaaaa kecewaa paraahh. Ih tega bener sih tuh temennya main dislike. Kan bikin pamor chanelku menurun. Ehmm ya walau belum monetise sih. Masih ecek2 ya emang wajar. Dan kita emang harus siap untuk tidak disukai, seperti yang di bahas dalam buku ini, nih. Teman-teman udah baca bukunya? Boleh deh sharing. 🤗 Jadi, aku tuh seneng banget pas dapat buku ini. Yups, aku beli langsung di gramedia officialnya. So, pastinya buku ini ori. Jujur, aku pernah nyesel karena kebodohannku pernah beli buku via online, yang ternyat...

Bersyukur Tidak Tergiur

Gambar
Seorang wanita bertubuh gemoy datang menghampiri kami. Memberikan secarik kertas bergambar kompor listrik. Dia langsung menawari kami untuk mampir ke standnya sembari menyerahkan lagi sekumpulan kupon member dan kami disuruh memilih. Sembari ngomong cas cis cus, si mbak tadi mempersilakan untuk membuka kupon yang telah kami pilih. Dan saat dibuka, waw, si embak terpana melihat sejumlah angka yang tertera. Takjub dan histerisnya melebihi ekspektasi. Sementara kami hanya senyum kalem dan biasa saja. "Ibu hoki banget, tadi malam mimpi apa? Ini berkat suami ibu yang milihin. Ini langka banget lho buk, ibu beruntung banget." Dia lalu menyalami aku yang masih gaje. Jujur aku gak sebahagia si embak tadi. Ada firasat ga enak di endingnya nanti. Masih dengan nuansa semringah si embak itu menunjukkan rekap nota-nota hasil penjualan kompor listrik yang katanya harganya 4juta sekian sekian, (jujur aku lupa berapa tepatnya, wkwkkw) Jadi dengan voucher 1 juta rupiah yang terter...