Perkara di Balik "Semampunya"

Gambar
Suatu hari, aku diundang ke sebuah acara makan bersama. Konsepnya sederhana dan terkesan santai: setiap orang diminta membawa snack untuk dibagi-bagi, sesuai kemampuan masing-masing. Saat mendengar itu, aku merasa cukup lega. Tidak ada tekanan untuk membawa sesuatu yang spesial atau mewah. Jadi, aku memutuskan membawa makanan yang sederhana, ya menurutku cukup layak untuk dibagi lah. Namun, semua itu berubah ketika acara dimulai. Meja yang seharusnya menjadi tempat snack sederhana justru dipenuhi dengan berbagai makanan yang luar biasa: kue-kue dengan dekorasi cantik, snack dalam kemasan mahal, hingga hidangan yang lebih cocok untuk acara formal. Sementara itu, makanan yang kubawa terlihat begitu sederhana di antara semua itu. Aku mulai merasa tidak nyaman. Seolah-olah, keberadaanku dan apa yang kubawa tidak cukup untuk momen ini. Perasaan insecure itu muncul begitu saja. Aku mulai bertanya pada diriku sendiri: Apakah aku terlalu cuek? Apakah aku salah menilai acara ini? Ap...

Sepele Dadi Gawe

Hanya karena sebuah informasi.



Hanya karena informasi, seorang pengangguran bisa dapat kerjaan
Hanya karena informasi, seorang bisa lulus kuliah dengan biaya murah
Hanya sebuah informasi, seorang pedagang jadi laris dan kebanjiran orderan

Hanya karena sebuah informasi seorang bisa dapat pekerjaan yang bergengsi.

Bagi pemberi informasi itu hanya hal yang ringan malah bisa dibilang sepele  Eh ternyata imbasnya bisa mempengaruhi keberlangsungan hidup seseorang.

Pernah ngalamin?

Kalau aku sendiri sering mengalaminya.
Makanya aku bangga bisa kuliah di juruan informasi, eh lebih tepatnya nama jurusannya Ilmu Perpustakaan dan Informasi. 

Yups, perpustakaan memang menjadi wadah untuk menyimpan segala jenis buku yang di dalamnya terkandung berbagai macam ilmu. Alur penerimaan sebuah ilmu iutu berawal dari sebuah data yang diolah menjadi informasi lalu menjadilah sebuah pengetahuan. Yah singkatnya sih gitu. Maklum udah lulusan lama, jadi beda jauh lah ya sama yang fresh graduate.

Oke, aku mau cerita terkait beberapa informasi yang terlihat sepele namun berdampak besar dalam hidupku.

Awal tahun 2021, aku memutuskan untuk resign dari pekerjaanku dan ikut pindah bersama suami karena ditempatkan di luar Jogja. Menjadi full mother emang enak, pikiran lebih tenang, bisa leluasa mendampingi anak, rebahan di rumah sepuasnya, mengantar suami kerja sampai depan pintu dan menantinya pulang dengan penuh harapan membawa oleh-oleh, ihh ada yang samaan? hahaha.

Tapi, tiba-tiba pikiranku bergejolak. hampir 2 bulan di rumah aja gak ada kerjaan kantoran membuatku gabut tingkat dewa. Setiap hari rebahan sambil nyecroll-nyecroll medsos. So, aku kangen kerja. Dan Alhamdulillah suami selalu mendukung apa keinginanku. Akhirnya, seorang pemilik rumah yang kami tempati itu mengabarkan bahwa sekolah tempat anaknya membutuhkan seorang pustakwan. Langsung deh aku bikin lamaran, samperin ke sekolah, dipanggil wawancara lalu mulai kerja dengan gaji yang jauh banget dari ekspektasi. Lebih gede berkali-kali lipat dengan kerjaanku sebelumnya.

Sampai sini, aku udah kayak ga bisa ngomong banyak lagi. Kayak speaclessh gitu, jalur informasi yang kudapat ini tentu tak lepas dari campur tangan Allah. Karena segala hal yang kita pandang hanya sepele (misal hanya sebuah info) itu juga kalau Allah tidak berkehendak maka tidak akan terjadi. 

Sampai di sini aja, celotehku hari ini. Betewe makasih banyak udah mampir dna mau memebaca. 

Tau gak sih, aku tuh selalu lega kalau udah berceloteh kayak gini. Tunggu celotehku berikutnya ya

Komentar

Popular Posts

Ketika Tren Ramadan dan Lebaran Menjadi Bumerang

The Power of Qadarullah: Belajar Tenang Saat Takdir Tidak Sejalan Harapan

Tak Apa Jika Pencapaian Kita Berbeda