Perkara di Balik "Semampunya"

Gambar
Suatu hari, aku diundang ke sebuah acara makan bersama. Konsepnya sederhana dan terkesan santai: setiap orang diminta membawa snack untuk dibagi-bagi, sesuai kemampuan masing-masing. Saat mendengar itu, aku merasa cukup lega. Tidak ada tekanan untuk membawa sesuatu yang spesial atau mewah. Jadi, aku memutuskan membawa makanan yang sederhana, ya menurutku cukup layak untuk dibagi lah. Namun, semua itu berubah ketika acara dimulai. Meja yang seharusnya menjadi tempat snack sederhana justru dipenuhi dengan berbagai makanan yang luar biasa: kue-kue dengan dekorasi cantik, snack dalam kemasan mahal, hingga hidangan yang lebih cocok untuk acara formal. Sementara itu, makanan yang kubawa terlihat begitu sederhana di antara semua itu. Aku mulai merasa tidak nyaman. Seolah-olah, keberadaanku dan apa yang kubawa tidak cukup untuk momen ini. Perasaan insecure itu muncul begitu saja. Aku mulai bertanya pada diriku sendiri: Apakah aku terlalu cuek? Apakah aku salah menilai acara ini? Ap...

Kebahagiaan Hakiki dari Indahnya Berbagi


Kebiasaan suka berderma atau memberi ternyata memiliki efek yang baik bagi kesehatan, baik fisik maupun emosi. Memberi merupakan ekspresi dari kesenangan atau kebahagiaan. Ekspresi ini timbul sebab adanya cinta. Cinta inilah yang menginginkan kita memberi kesenangan dan kebahagiaan pada orang lain. Ajaibnya pancaran kebahagiaan ini terlihat dari seseorang yang kita beri. 

Yaps, inilah kebahagiaan. Kita merasakan puas bahkan bahagia luar biasa ketika seseorang juga merasakan kebahagiaan atas pemberian kita. Mungkin itulah alasannya, mengapa banyak orang melakukan hal yang sama. Sudah sepantasnya antar sesama, prinsip berbagi ini menjadi tradisi. Seolah-olah ini adalah bagian dari utuhnya kehidupan. 

Tidak perlu menunggu menjadi kaya raya untuk bisa berbagi kepada sesama. Tidak juga harus bersikap heroik untuk membahagiakan orang lain. Mulai saja dari yang sederhana, yaitu peduli pada orang-orang di sekitar kita, seperti keluarga, pasangan, sahabat, teman, saudara, atau tetangga. Kita juga tak perlu harus sibuk menjadi sukarelawan untuk korban-korban bencana, sementara orang sekitar kita ternyata perlu uluran tangan juga. Padahal, mereka, orang terdekat kita adalah orang pertama yang perlu mendapat perhatian. Karenanya, sebelum kita menyenangkan orang lain, senangkanlah mereka. 

Bagaimana cara memulainya? Kita bisa memberikan mereka hadiah. Tidak harus hadiah barang yang mahal dan mewah. Pemberian apapun yang tepat dan bermanfaat pasti akan berdampak positif. Pemberian itu juga nantinya akan menjadi memori istimewa bagi mereka yang diberi serta menjadi kenangan indah bahwa kita pernah hadir dalam hidupnya. 

Produk tas atau tempat pensil yang ada namanya ini menjadi pilihan yang tepat jika ingin memberi hadiah yang istimewa dan unik. Seperti produk-produk yang didesain oleh sebuah home industri yang ada di Yogyakarta ini, yaitu Salman Craft. Kombinasi warna-warna yang cantik dan menarik menjadi pancaran kebahagiaan bagi yang memberi dan si penerimanya. Aneka kreasi dari kain flanel ini sangat diminati oleh anak-anak serta para pecinta koleksi unik. Disebut unik karena khas, ada nama dan karakter sesuai permintaan pemesan dan tidak dijual di pasaran. Hal ini pastinya akan menjadi koleksi yang limited edition. Lebih menariknya lagi, harga yang ditawarkan sangat terjangkau dan tidak ada minimal order. Untuk melihat detail produk dan koleksi lainnya bisa dilihat di akun instagram @salmancraftshop dan FB Salman Craft Shop. Home industri ini berlokasi di Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta dan sudah dipercaya sejak tahun 2009. 

Silakan diorder dan selamat berbagi kebahagiaan.

Komentar

Popular Posts

Ketika Tren Ramadan dan Lebaran Menjadi Bumerang

The Power of Qadarullah: Belajar Tenang Saat Takdir Tidak Sejalan Harapan

Tak Apa Jika Pencapaian Kita Berbeda