Perkara di Balik "Semampunya"

Gambar
Suatu hari, aku diundang ke sebuah acara makan bersama. Konsepnya sederhana dan terkesan santai: setiap orang diminta membawa snack untuk dibagi-bagi, sesuai kemampuan masing-masing. Saat mendengar itu, aku merasa cukup lega. Tidak ada tekanan untuk membawa sesuatu yang spesial atau mewah. Jadi, aku memutuskan membawa makanan yang sederhana, ya menurutku cukup layak untuk dibagi lah. Namun, semua itu berubah ketika acara dimulai. Meja yang seharusnya menjadi tempat snack sederhana justru dipenuhi dengan berbagai makanan yang luar biasa: kue-kue dengan dekorasi cantik, snack dalam kemasan mahal, hingga hidangan yang lebih cocok untuk acara formal. Sementara itu, makanan yang kubawa terlihat begitu sederhana di antara semua itu. Aku mulai merasa tidak nyaman. Seolah-olah, keberadaanku dan apa yang kubawa tidak cukup untuk momen ini. Perasaan insecure itu muncul begitu saja. Aku mulai bertanya pada diriku sendiri: Apakah aku terlalu cuek? Apakah aku salah menilai acara ini? Ap...

Review Drama Romance On The Farm


Hai teman-teman. Terimakasih sudah mampir lagi di blog sederhanaku.

Ehmm, kali ini aku perdana mau review drama china. Ya meski bukan pecinta drama banget sih. Hanya sekadar hiburan di sela-sela me-time-ku aja. Aku juga gak maniak menonton semua drama. Setiap ada serial yang sedang menjadi perbincangan tentu kuanalisis dulu sebelum kuputuskan mau kutonton apa kagak. Yups, karena hidup ini terlalu sayang untuk dihabiskan dengan nonton drama hiburan. hehehe.

Nah, aku baru aja nyelesain nonton ini, "Romance in the Farm". Ada yang samaan? Atau malah udah lama kelar nontonnya? Iya sih memang aku sengaja nonton setelah udah END. Biar enak maraton gitu kalau nunggu drama ongoing mulu tuh kayak nunggu gajian. Terasa lama. Wkwkwkwk

Jadi ini drama kisahnya tuh kehidupan petani yang relate banget ama kehidupan kita eh kita? Aku kali. Iya kehidupanku yang ndeso. Ada tingkah para keluarga yang hidup bersama masih dalam satu manajemen ama orang tua mereka. Trus ada perseteruan soal adik ipar, menantu, sesama sepupu pokoknya hampir kek drama Indonesia atau drama konten di sosmed gitu yang sering FYP. Hanya aja ini settingnya di China. Dan kehidupan desanya itu bener bener sama kayak di desa kita. Ada sawah, ternak dan dapurnya pun juga bener-bener dapur khas ndeso jaman old. Aku kayak dibuat nostalgia gitu. Jadi inget Almh simbokku (nenek). Hiks. Al-Fatihah.
 
Oke kembali ke drama ini, jadi Romance on the Farm awalnya menceritakan tentang seorang wanita modern yang tidak sengaja terjebak dalam game yang bertema pertanian. Tokoh utama wanitanya bernama Lian Man'er (Tian Xi Wei), ia harus bekerja keras untuk menyelesaikan misi mengumpulkan 1000 tahil emas. Man'er hidup dengan keluarga Lian yang penuh drama lucu kek yang kusebutkan di awal tadi. Sebuah keluarga besar yang hidup bersama. 

Kemudian dia bertemu dengan Shen Nuo (Joseph Zeng), sosok misterius yang cool, tampan dan gak nguatin wkwkwkw. Shen Nou itu karakternya cerdas dan berkarisma gitu. Bahkan orang-orang di keluarganya agak ragu kalau itu berasal dari keluarga ndeso. Karakternya yang kece tadi selalu bisa membantu Man'er menghadapi berbagai masalahnya. Setengah bagian bahkan lebih di drama ini akan diisi mengenai perjuangan pemeran utama untuk melindungi keluarganya dari tekanan keluarga besar yang sudah pasti akan membuatmu membutuhkan tisu. Seperti ketika ada sebuah insiden desanya Man'er mau digusur oleh orang kaya yang berkuasa. Meski tanah mereka akan dibayar mahal mayoritas warga menolak dan terjadilah pertikaian yang hampir menghilangkan nyawa salah satu warga. Ada seorang ayah tua yang syok berat dan jatuh pingsan melihat anaknya menentang keras mau dibunuh. Saat kakek Man'er menjenguk ayah tua tersebut istrinya tengah menangis tersedu-sedu melihat kondisi yang tidak aman, penuh dengan konflik maka dia menyarankan agar merelakan tanah saja, "Orang-orang itu pasti akan terus memaksa, mungkin saat ini kita selamat tapi besok kita tidak tahu apakah kita akan masih bisa beruntung? Apalah arti sebidang tanah dibanding dengan kedamaian keluarga kita,"

Ungkapan inilah yang membuatku tersentuh, oh betapa kehidupan sederhana ini sangat kaya akan kasih sayang. Pokoknya ada luapan campuran emosi yang naik turun bikin penasaran untuk lanjut ke episode berikutnya. Meski permasalahan yang diangkat cenderung ringan tapi alurnya bagiku sangat menarik. Apalagi saat Man'er menuntaskan misinya dan bisa keluar dari game yang dia masuki. Tapi ada sebuah kesedihan ketika awalnya dia ingin segera mengakhiri game karena misi yang sulit dan alur yang rumit, namun ketika misi tercapai ada rasa berat hati untuk mengakhirinya karena kenangan dan petualangan yang dia alami bersama pemeran tokoh pria sangat berkesan.

Insight yang kudapat dari drama 26 episode ini memberikan kerinduan akan nuansa pedesaan yang damai, tentram, nyaman dan bahagia meski banyak problematika. Selain itu ada nilai kekeluargaan, pertanian dan permasalahan yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat desa. Oh ya seperti kasus paman pertama Man'er yang ngebet banget pengen jadi pegawai pemerintahan, ya kalau di Indonesia saat ini sebagai PNS gitu. Sungguh relate kan. Jadi komposisi cerita, penokohan yang kuat, penyutradaraan yang menarik dan atmosfer yang terbentuk dengan baik, 'Romance on The Farm' mampu menghadirkan hiburan yang menimbulkan rasa susah move on, serta menyajikan visual yang mempesona bagi para penontonnya terlebih karena main rolenya ganteng dan cantik kali yaaa. Oh ya drama ini bisa kalian tonton di salah satu platform legal iQIYI. 


Finally. makasih banyak sudah mau membaca reviewku ini sampai akhir. Next aku mau lebih rajin nulis lagi. Tungguin ya. Bye. See you next time.


Komentar

Popular Posts

Ketika Tren Ramadan dan Lebaran Menjadi Bumerang

The Power of Qadarullah: Belajar Tenang Saat Takdir Tidak Sejalan Harapan

Tak Apa Jika Pencapaian Kita Berbeda